Tekan Angka Perceraian Dengan Optimalisasi Program Pusaka (Pusat Layanan Keluarga) Sakinah

Tekan Angka Perceraian Dengan Optimalisasi Program Pusaka (Pusat Layanan Keluarga) Sakinah Teks foto: Yogyakarta

Yogyakarta (Rabu, 24 April 2019) Kemenag Ri selenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pusaka (pusat Layanan Keluarga) angkatan I dan II. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga terampil dalam memaksimalkan fungsi KUA. Kedepannya KUA memiliki layanan yang komplek tidak hanya persoalan pencatatan nikah semata, akan tetapi mengarah pada upaya pembinaan pasca nikah guna mewujudkan keluarga sakinah berdasar amanat UU No. 1 Tahun 1974.

Direktur Bina KUA Dr. H. Muhsin, MM menyampaikan bahwa, program ini dibutuhkan untuk menekan tingkat perceraian yang setiap tahunnya semakin meningkat. Beliau menyampaikan bahwa faktor penyebab perceraian tertinggi itu ada pada pertengkaran dalam keluarga sebanyak 152.574 kasus yang terjadi, kasus ini tercatat di pengadilan. pada posisi ke dua ada pada masalah ekonomi yaitu sebanyak 105.266 kasus dari 364.163 kasus yang terjadi secara nasional. Tingginya tingkat perceraiaan tersebut merupakan PR besar yang harus diselesaikan oleh Kementerian Agama. Dalam menyelesaikan beban besar ini maka Ditjen Bimas Islam membuat Kebijakan Strategis yang meliputi:

  1. Memperkuat fungsi KUA ditengah-tengah masyarakat dengan berdirinya Direktorat Bina KUA  dan Keluarga Sakinah sejak tahun 2017 serta memperbanyak sarana dan prasarana KUA
  2. Revitalisasi Suscatinmenjadi Bimbingan Perkawinan Pranikah bagi Calon Pengantin dimulai sejak tahun 2017
  3. mempersiapkan Bimbingan Masa Nikah Di KUA (Revitalisasi Layanan Bina Keluarga Sakinah)

BimbinganPerkahwinan ini merupakan Protas (Proritas Nasional) yang dipantau langsung oleh Presiden. 

Pusaka Sakinah memiliki tiga program besar, yakni:

  1. Berkah ( Belajar Rahasia Nikah) dengan muatan Bimbingan Perkawinan, Relasi Harmonis dan ekonomi keluarga
  2. Kompak (Konsultasi, Mediasi, Pendampingan dan Advokasi) Penyelesaian Kasus, Perselisihan, Perceraian, KDRT dan Kawin Anak
  3. Lestari (Layanan Bersama Ketahanan Keluarga Indonesia) Pencegahan Kawin Anak, Kesehatan Reproduksi, Gizi dan Keluarga

Dari upaya diatas diharapkan lima tahun kedepan dapat dievaluasi keberhasilan program ini dalam menekan tingakat perceraian. Selanjutnya Disampaikan oleh Bapak Muhsin menyampaikan bahwa kegiatan ini akan bisa berjalan dengan baik ketika semua komponen pemerintah, swasta dan masyarakat mendukun kegiatna ini. (Mrz)


Baca Juga


Tulis Komentar