Konseling


Seluruh Konseling yang masuk akan kami moderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Konseling yang mengandung unsur sara, hoax, pornografi, spam, ujaran kebencian, atau link tidak bermanfaat akan kami hapus.

Untuk pertanyaan, keluhan, masukan atau saran, silahkan disampaikan/ditulis dengan cara mengklik Isi Form Konseling diatas. Terimakasih.

  • Senin, 31 Desember 2018 Anisan Tiana talova says :

    Saya bru menikah selama 5 bln,, saya mau ajukan cerai, selama ini saya merasa tidak bisa menjadi istri yang baik, daripada saya menambah dosa dg tidak bisa menjalankan tugas saya dg baik saya memilih jln ini, di rumah tangga kami tidak ada hari tanpa ribut dan tidak ada jln keluar yg d peroleh,, semua yg saya rasa sudah saya katakan, saya ingin memperbaiki hubungan kami supaya lebih baik,, tapi suami saya tidak pernah mendengar kan, bahkan soal nafkah, saya diharuskan bekerja oleh suami untuk membiayai diri saya sendiri, dia cuma memberi makan mlm, krna saya tidak masak, karna saya tidak pernah d kasih duit sama dia,, bahkan saya tidak pernah tau letak dompet dia d rumah dimana, yg d kasih duit k saya cuma bayar rumah, selebihnya dia yg pegang, sampai akhirnya cekcok terakhir dia sudah pakai kekerasan, dengan ini saya rasa sudah cukup daripada makin lama makin parah kedepannya,, tlg dibantu solusi buat saya

    • Admin says :

      Asslamualaikum bu Anisa 

      Mohon maaf jika baru hari ini bisa kami jawab persoaaln ibum karna masalah teknis webside kami yang mengalami kendala. 

      Permasalahn yang ibu alami juga banyak dialami wanita lain. hal ini muncul disebabkan ketidak mengertian baik suami tau pun istri tentang hak dan kewajiban masing-masing. untuk itu kepada ibu dan suami dapat datang ke BP4 Kota Pekanbaru dalam upaya mediasi. tujuannya agar kedua belah pihak dapat memposisikan diri sesuai dengan ketentuan syariat. Karena dalam Islam nikah talak(cerai) dan rujuk ada ketentuannya yang mesti di ikuti. 

       

      Sebagai bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, berikut, garis besar hak dan kewajiban suami isteri dalam Islam yang di nukil dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.

      Hak Bersama Suami Istri

      • Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
      • Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 – Al-Hujuraat: 10)
      • Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
      • Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)

      Adab Suami Kepada Istri .

      • Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)
      • Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)
      • Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)
      • Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)
      • Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.
      • Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)
      • Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)
      • Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)
      • Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)
      • Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)
      • Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)
      • Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
      • Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)
      • Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)
      • Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)
      • Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)
      • Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)
      • Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)

      Adab Isteri Kepada Suami

      • Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)
      • Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)
      • Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)
      • Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:
      1. Menyerahkan dirinya,
      2. Mentaati suami,
      3. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,
      4. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami
      5. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)
      • Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)
      • Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)
      • Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
      • Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)
      • Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)
      • Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)
      • Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani)
      • Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)
      • Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)
      • Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)
      • Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)

  • Jumat, 10 Agustus 2018 Anisa puspa sari says :

    Saya ingin konsultasikan ttg talak & perceraian. Saya sudah datang ke pengadilan agama dan disana saya d suruh mengujungi bp4, apakah saya bisa meminta no tlp tuk menghubungi bp4 ? Mohon maaf dan terima kasih

    • Admin says :

      Assalamualaikum Wr. Wb

      Kepada ibu Annisa  bisa di konsultasi via telp ke no 085271529000

      demikian terimakasih

  • Kamis, 31 Mei 2018 Mohammad ansori says :

    Nama : polwan zehan octavia nik:3309144906920004 Tgl lahir:pekan baru12-11-1992 Alamat : jln lintas timur rt001 rt008 kel/ desa kulim kel tenayan raya Agama:islam Status belum kawin Pekerjaan polwan saya bernama bernama mohammad ansori bahwa polwan zehan jual sepeda motor vario150 cc dengan tunai 5.500.000 dan saya disuruh zehan octavia kirim uang ke muh randhi m di bank bri sebesar3.400.000 dan sepeda motor belum terkirim saya minta minta zehan octavia sebagai jaminan nikah dan mau jadi istri ku untuk jaminan uang aku 3.400.000 belum dikembalikan

    • Admin says :

      Assalamualaikum Wr, Wb

      Salam kepada saudara M. Anshari, Maaf Jika persoalannya baru bisa di jawab:

      Kasus yang saudara ceritakan katagorinya bisa menjadi kawin kontrak atau kawin paksaan yang hukumnya Haram berdasar kesepakatan ulama dan pembahasannya sebagai berikut.

      Hukum Kawin Kontrak:
      Para ulama Islam sejak dulu hingga sekarang sepakat atas haramnya kawin kontrak. Berikut ini saya petik di antara perkataan ulama-ulama Islam tentang kawin kontrak:

      Perkataan Imam Ibnu Al Mundzir: "Pada masa awal Islam ada keringanan (bolehnya) kawin kontrak, tapi saat ini setahu saya tidak seorang pun yang membolehkannya kecuali sebahagian dari orang Syi'ah Rafidhah…."

      Imam Al Khaththabi juga mengatakan: "Pengharaman nikah kontrak adalah sebuah ijma' (kesepakatan) kecuali oleh sebahagian orang Syi'ah. Pendapat mereka yang melegalkan kawin kontrak dengan alasan yang merujuk kepada Ali ra dan keluarganya tidak bisa diterima, sebab riwayat shahih yang bersumber dari beliau sendiri menunjukkan bahwa nikah kontrak telah dihapus.

      Dasar hukum ijma' diharamkannya kawin kontrak bersumber dari dalil Al-Qur'an dan Hadits:

      A. Dalil Al-Qur'an:
      1. QS. Al-Mu'minun: 5-7:
      "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka, atau hamba-hamba sahaya yang mereka miliki; maka mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."

      Wanita yang dikawini dengan cara kontrak bukanlah isteri yang sah. Dalam hubungan suami isteri yang sah ada hak saling mewarisi, berlaku ketentuan talak yang tiga jika dibutuhkan, demikian juga 'iddah ketika terjadi talak. Sementara dalam kawin kontrak itu tidak berlaku.
      2. (QS. An-NIsa': 25)

      "Dan barangsiapa di antara kamu yang tidak mempunyai biaya untuk mengawini wanita merdeka yang beriman, maka (dihalalkan mengawini wanita) hamba sahaya yang beriman yang kamu miliki… (hingga firman Allah:) Yang demikian itu (kebolehan mengawini budak) adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Dan jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

      Jika kawin kontrak boleh, tentu Allah SWT akan menjadikannya sebagai sebuah solusi bagi mereka yang tidak mampu dan takut terhadap perbuatan zina.

      B. Dalil Hadits:
      1. Rasulullah Saw bersabda: "Wahai manusia, dulu aku mengizinkan kalian untuk kawin melakukan kawin kontrak. Dan sesungguhnya Allah telah mengharamkannya hingga hari kiamat… (HR. Muslim).

      2. Ali bin Abi Thalib berkata kepada Ibnu Abbas: " Pada saat perang Khaibar, Rasulullah Saw melarang nikah kontrak (mut'ah) dan (juga melarang) memakan daging himar yang jinak." (HR. Bukhari dan Muslim).

      Dampak Negatif Kawin Kontrak
      Dilarangnya kawin kontrak tidak terlepas dari dampak buruknya yang jauh dari kemaslahatan ummat manusia, di antaranya:

      1. Penyia-nyiaaan anak. Anak hasil kawin kontrak sulit disentuh oleh kasih sayang orang tua (ayah). Kehidupannya yang tidak mengenal ayah membuatnya jauh dari tanggung jawab pendidikan orangtua, asing dalam pergaulan, sementara mentalnya terbelakang. Keadaannya akan lebih parah jika anak tersebut perempuan. Kalau orang-orang menilainya sebagai perempuan murahan, bisakah dia menemukan jodohnya dengan cara yang mudah? Kalau iman dan mentalnya lemah, tidak menutup kemungkinan dia akan mengikuti jejak ibunya.

      2. Kemungkinan terjadinya nikah haram. Minimnya interaksi antara keluarga dalam kawin kontrak apalagi setelah perceraian, membuka jalan terjadinya perkawinan antara sesama anak seayah yang berlainan ibu, atau bahkan perkawinan anak dengan ayahnya. Sebab tidak ada saling kenal di antara mereka.

      3. Menyulitkan proses pembagian harta warisan. Ayah anak hasil kawin kontrak – lebih-lebih yang saling berjauhan – sudah biasanya sulit untuk saling mengenal. Penentuan dan pembagian harta warisan tentu tidak mungkin dilakukan sebelum jumlah ahli waris dapat dipastikan.

      4. Pencampuradukan nasab lebih-lebih dalam kawin kontrak bergilir. Sebab disini sulit memastikan siapa ayah dari anak yang akan lahir.

      Setelah melihat sumber dari Al-Qur'an dan Hadits serta sudut pandang maslahat dan mudrat kawin kontrak, dapat kita simpulkan bahwa kawin kontrak tidak diperbolehkan di dalam ajaran agama Islam.
      Wallahu a'lam…

       

  • Rabu, 14 Februari 2018 Puspita Yelisawati says :

    apa saja persyaratan untuk peserta kursus pranikah ?

    • Admin says :

      Assalamualaikum. Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari Puspita sampaikan.

      Untuk mengikuti kursus saudari dapat melakukan pendaftaran langsung atau online

      A. Secara langsung Saudari dapat datang langsung ke kantor BP4 Kota Pekanbaru Jl. Sudirman Komplek Masjid Agung Arrahman Gedung Perkantoran lantai 2 dengan mebawa persyaratan:

      1. Fc KTP 1 lembar
      2. Pas Photo 3 x 4 dua lembar (Warna)
      3. Mengisi form pendaftaran yang sudah disediakan

      B. Secara online  Saudari dapat langsung akses website kami di  bp4pekanbaru.or.id   Pada halaman web saudari bisa langsung klil halaman daftar online suscatin dan mengisi semua kolom yang sudah kami sediakan dengan data yang sebenarnya selanjutnya pada hari pelaksanaan saudari tinggal membawa persyaratan berupa:

      1. Fc KTP 1 lembar
      2. Pas Photo 3 x 4 dua lembar (Warna)

      C. Melalui WA Saudari dapat mendaftar melalui WA  dengan nomor 081354857209 (Siska)  dan nomor 081364544806 (Ica) Saudari tinggal mengirim data secara lengkap kepada kami melalui WA tersebut dengan urutan 

      1. Nama
      2. No KTP
      3. Tempat TGL Lahir
      4. Pendidikan
      5. Pekerjaan
      6. Alamat
      7. No Telp
      8. Status Kawin / Tidak Kawin / Duda / Janda
      9. Baca Quran Lancar / Kutang Lancar
      10. Rencana Kursus Tanggal
      11. Menikah Tanggal Demikian jawaban dari kami semoga dapat membantu dan bermanfaat. salam SAKINAH